Review Buku - Outliers - Mereka yang jauh dari grafik Normal
“Buku
yang menampilkan data dan fakta-fakta dengan cara tidak membosankan,” kata
seorang pembina pada forum kepenulisan. Judulnya Outliers. Lalu saya merasa sangat tertarik.
Outliers, dalam Statistika adalah sebuah
pengamatan yang nilainya paling berbeda sendiri. Jika dibuat grafik, maka
pengamatan itu jauh dari grafik normal. Begitulah yang saya pahami saat
menggeluti bidang Statistika. Dalam buku ini, diceritakanlah hal-hal dibalik
mereka yang memang jauh dari grafik normal. Mereka yang kita sebut orang-orang
sukses dan membuat banyak orang tercengang.
Namun,
seperti judulnya sendiri yang ingin menampakkan sesuatu berbeda, maka buku ini
memang ingin memberikan cara pandang berbeda kepada pembaca. Diantarkan melalui
sebuah pendahuluan tentang misteri Roseto, mengapa penduduk sana begitu sehat,
begitu jarang mendapati orang berusia di bawah enam puluh lima tahun yang
mengidap penyakit jantung. Setelah dilakukan penelitian, tak ada satu pun
hipotesis peneliti yang benar sampai mereka menemukan jawabannya pada sebuah
dunia yang diciptakan penduduk itu, dan bukan pada peraturan pribadi.. Penduduk
Roseto telah menciptakan sebuah struktur sosial
yang hebat dan protektif yang mampu melindungi mereka dari tekanan dunia
modern.
“Kehidupan
bergantung pada berbagai keputusan yang kita buat-makanan apa yang kita makan,
seberapa banyak waktu yang dihabiskan berolahraga, dan seberapa efektif sistem
medis merawat kita. Tidak ada yang pernah memikirkan kesehatan yang melibatkan
komunitas.” (hal. 10)
Setelah
diantarkan dengan bagaimana penulis ingin kita berpikir seperti yang dipahami
peneliti di atas, dibukalah buku ini dengan satu judul yang begitu menggoda.
Kesempatan. Yaitu cerita orang-orang sukses, dari cerita pemain Hoki,
orang-orang jenisu seperti Bill Gates, seorang pengacara joe Floem, dan bebrapa
lainnya yang sebenarnya merujuk pada kesimpulan. Bahwa yang membuat mereka menjadi sebuah outliers
adalah sebuah kesempatan yang diterimanya dan tidak diterima oleh lainnya. Dan
pada bab berikutnya, adalah mereka yang menjadi outliers karena fator warisan
budaya. Di mana kesuksesan seseorang tentu tak lepas dari bagaimana lingkungan
membentuk mereka, bagaimana tradisi yang berjalan di antara mereka.
Hal
yang paling menarik di benak saya dari sekian cerita, adalah cerita tentang
kecelakaan-kecelakaan pesawat, pada bab teori etnik mengenai jatuhnya pesawat
terbang. Di dalam sana dibeberkan fakta-fakta hingga merujuk pada suatu
kesimpulan, bahwa kesalahan dalam komunikasilah yang membuat pesawat-pesawat
itu jatuh. Di mana karena budaya, seorang first officer memperhalus bahasanya,
dan akhirnya tidak ditangkap dengan baik oleh pihak bandara. Saya tercengang
membaca bab ini dan membenarkannya. Sebuah penerbangan memerlukan kerja tim,
dan komunikasi adalah kunci dari semuanya. Lalu, faktor manusia membuat
kegagalan di sana.
Menariknya
dari buku ini, tentu saja karena bukan hanya sebuah opini yang dikeluarkan,
melainkan beserta penyajian data dan fakta-fakta. Dari sana penulis mengajak
kita menganalisa data-data itu bak sedang memaparkan data penelitian skripsi
hingga kesimpulan pun didapat. Outliers
adalah mereka yang diberikan serangkaian kesempatan dan mereka yang memiliki
kekuatan dan kegigihan untuk meraihnya (hal. 303).
Sekian
dari kita sebenarnya bisa saja sukses jika mendapatkan kesempatan. Tetapi,
sebenarnya setiap orang memiliki kesempatannya sendiri-sendiri, dan mereka yang
tak melewatkan kesempatan itu dengan begitu gigih, maka saya rasa mereka akan
mencapai kesuksesan itu. Yah.. begitulah kira-kira yang ada di benak saya
setelah menyelesaikan buku ini. Nice
book! I love it!
Penulis : Malcolm Gladwell
Penerbit : Pt Gramedia Pustaka Utama
Hal
: 339
ISBN : 978-979-22-4476-2
Cetakan : Ke-3, september 2009
Alih
bahasa : Fahmi Yamany


Wah jadi ingat belum bayar buku ini.. harganya plus ongkirnya dulu brp?
BalasHapusKirim ke jasaghostwriter@gmail.com