Kegagalan
Tidak ada hal yang instan di dunia ini. Segala sesuatunya baru bisa dicapai setelah melalui proses. Bahkan mie instan sendiri masih memiliki proses untuk bisa menikmatinya. Semoga kita tidak pernah mengira bahwa orang-orang yang mencapai kejayannya menempuhnya dengan mudah. Kejayaan itu adalah bayaran dari kepayahannya dalam melewati lika-liku. Saat kita bisa berjalan, kita melalui proses panjang bahkan sempat terjatuh berulang kali. Kita bisa membaca, semata-mata latihan yang dilakukan bahkan kita seringkali lupa huruf saat itu.
Pernah gagal? Ini bukan dalam luar lingkup yang kecil, melainkan lingkup besar. Bahkan hampir seluruh masyarakat merasa bahwa gagal pada hal itu adalah malapetaka, akhir dari segalanya. Saya pernah dan itu adalah hal yang membuat saya sangat terpukul. Tapi dari situ, saya kemudian tahu bahwa kegagalan rupanya bukan akhir dari segala-galanya. Tahu apa itu? Gagal ujian nasional. Barangkali banyak yang kemudian terheran-heran bagaimana mungkin saya bisa kuliah? Yang perlu ditanyakan, siapa bilang gagal ujian nasional membuatmu kemudian tak bisa kuliah? Karena yang terpenting dari segala kegagalan adalah bagaimana kemudian kau bangkit dari kegagalan. Beserta kesulitan, ada kemudahan dan di mana ada keinginan disitu ada jalan.
Pernah gagal? Tentu hampir semua orang pernah mengalaminya. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, dia hanya batu loncatan mencapai kesuksesan. Apa jadinya jika Thomas Alfa Edison berhenti mencoba pada saat percobaan lampunya yang ke 99 kali? Bisa jadi, namanya tak akan terkenang sebagai penemu bola lampu. Mungkin saja lampu baru berabad kemudian ditemukan kembali.
Kesuksesan akan diringi dengan kegagalan. Orang yang tidak mencapai kesuksesan bukan berarti dia gagal. Masing-masing individu akan diuji, bisa jadi ujian kesuksesan ataupun ujian kegagalan. Beruntunglah saat kita berhasil mengatasi kegagalan daripada gagal dalam mengatasi kesuksesan. Kegagalan itu merupakan proses pemebelajaran, persiapan, latihan dan peringatan untuk berusaha lebih keras.
Kegagalan tidak harus ditakuti. Hanya orang-orang yang tak berani mengambil resikolah yang takut pada kegagalan. Dan mereka tak akan mampu menikmati keberhasilan yang lebih besar.
Komentar
Posting Komentar