Aku? Mahasiswi Semester Akhir

CUT TO:
INT. KAMAR KOSAN
Seorang mahasiswa serius di depan laptop.

NARATOR
Inilah sebuah kehidupan

CUT TO:
EXT. SEBUAH JALAN
Beberapa mahasiswa berseliwiran. Terlihat gedung bertuliskan "Graha Sainta"

NARATOR
Sebuah masa yang penuh ujian 

CUT TO:
INT. GEDUNG GRAHA SAINTA
Beberapa mahasiswa duduk lesu, jam menunjukkan pukul 12 siang

MAHASISWA A
(Menghembuskan napas)
Gimana? Mau putus asa atau setia menunggu?

MAHASISWA B
(Menatap dengan tegas)
Aku masih setia!


NARATOR
Ujian dalam Ketidakpastian



CUT TO:
EXT. GEDUNG GRAHA SAINTA
Seorang dosen datang terburu-buru, masuk ke dalam sebuah gedung

CUT TO
INT. GEDUNG GRAHA SAINTA
Wajah mahasiswa berbinar

MAHASIWA B
(Berkaca-kaca)
Akhirnya

MAHASISWA B
(Menghembuskan napas)
 Tidak sia-sia penantian panjang ini

Dosen
(Menatap tajam)
Mau bimbingan? Wah, saya mau nguji. Besok saja ya

Mahasiswa B
(Hati yang penuh retak-retak)

Mahasiswa A
(Suram)

NARATOR
Drama untuk semester ini. Berlari dan terus berlari. Akankah mereka berhasil mengejar untuk lulus semester ini?


DUNIA NYATA MAHASISWA BAHAGIA

Sebentar-sebentar.  Ah, ini film ya?
(Merenung seketika)



Waktu bergulir, berjalan dan tak akan berhenti. Jika harus merenungi diri, bahkan sampai saat ini aku tak percaya jika aku adalah mahasisiwi tingkat akhir. Tumbuh menjadi seorang gadis yang saaatnya sudah bisa memilih sebuah kehidupan yang bagaimana yang ingin dijalani.

Aku berkaca, menelisik lagi apa-apa yang sudah kulakukan selama 21 tahun. Aku berkaca, menelisik lagi apa saja yang sudah kukuasai? Adakah? 4 tahun, sebuah waktu yang begitu singkat untuk menguasai program studi yang kujalani. Namun 4 tahun ini adalah waktu yang sudah terlambat untuk menyadari apa yang sebenarnya kuingini.
Tidak. Aku tidak pernah menyesal walau dulu kupilih semua ini dengan sebuah alasan yang tak jatuh dari lubuk hati. Pada akhirnya aku cukup mencintai. Walau jika ditanya apa aku ingin melanjutkannya lagi? Tidak, itulah jawabannya. (oh, jadi kita cerai gitu XD). No no no. Karena baru sekaranglah aku menyadari siapa aku, bagaimana diriku, apa kendalaku, apa permasalahanku. Ujung dari semua ini tentu saja aku memprioritaskan apa sebenarnya yang lebih dibutuhkan untuk aku.

Siapa aku? Siapa sebenarnya aku? Aku adalah seorang anak dari ibu seorang pedagang yang darah pedagangnya entah mengalir atau tidak dalam diriku. Ibu luar biasa, yang dapat mengatur waktunya begitu baik. Seorang ibu yang sungguh teratur, rapi dan terorganisir. Sayangnya aku justru lahir menjadi orang yang spontanitas seperti ayahku. Seorang yang ekstrovert seperti ayahku. Ayahku adalah seorang yang punya teknik lobying luar biasa kepada banyak orang. Seorang ayah yang supel, memiliki banyak teman dari tukang becak sampai petinggi provinsi. Seorang ayah yang banyak akal, selalu punya cara untuk mencapai sesuatu yang ditujunya. Dan seorang ayah yang pandai bercerita, pernah memenangkan lomba menulis dongeng yang bahkan diterbitkan media. Nah, sekarang aku baru menyadari darimanakah darah suka menulis ceritaku mengalir.

Siapa aku? Siapa sebenarnya aku? Aku adalah bungsu dari 3 bersaudara. Seorang adik yang umurnya terpaut cukup jauh dengan kakakknya. Kakak pertama memiliki jarak 12 tahun, sementara kakak kedua 8 tahun. Kadang aku berpikir, apa karena mereka yang terlampau lebih banyak tua dariku hingga aku tak bisa bersikap dewasa sedikitpun pada mereka. Aku tak tahu sudah berapa kali aku membuat mereka sakit kepala, mengomel panjang kali lebar kali tinggi atau bahkan memunculkan adegan sinetron. Pencetusnya tentu saja aku. Aku yang memunculkan api duluan. Bahkan hobi menulis secara dramatisku bisa saja kulayangkan kepada mereka. Pada teman-temanku aku bahkan bisa meredam emosiku, berlaku paling bijak yang bisa kulakukan. Namun pada mereka, aku tak pernah berhasil. Oh kakak, maafkan adikmu ini. Tapi sekali-kali, dukunglah keinginanku sepenuh hati, agar aku tak perlu melakukan adegan sinetron lagi XD.

Siapa aku? Jadi siapa aku? Hanya aku dan Tuhan yang tahu. Siapa aku dan apa kebutuhanku? Aku menganalisa, namun Tuhanlah yang tahu yang terbaik buatku. Seberapa kuat dulu aku menginginkan sesuatu, nyatanya aku sadar bahwa garis takdir selama 21 tahun ini adalah karunia terbaik dari Tuhan untuk kujalani.


Siapa aku sekarang? Ah, iya. Aku mahasiswa semester akhir yang sedang berjuang untuk lulus semester ini. Ah iya, siapa aku? Aku adalah salah satu tokoh dalam skenario tadi lho.. ciyusss!! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bararawa: Destinasi Wisata Kalsel Nan Eksotis

Parodi Selendang Merah

1001 Books You Must Read Before You DIe (List Tahun 2012)