Obat Rindu untuk Arah & Matahari

Teman adalah teman, tidak akan pernah menjadi kakak ataupun adik. Kakak adalah kakak, juga tak akan pernah menjadi orang tua. Dan begitulah memang dunia, setiap orang memiliki perannya masing-masing kepada sesama. Saat kita mengarungi dunia, tak akan pernah hati memungkiri siapakah orang paling berjasa dalam hidup kita? Dialah Arah dan Matahari.


Kenapa Arah dan Matahari? Barangkali yang belum mengerti analogi ini, bisa membaca catatan saya sebelumnya


http://www.facebook.com/notes/maulida-azizah/arah-dan-matahari/10151323561681272


Karena sejatinya orang yang paling mencintai kita adalah kedua orang tua kita.

Kemarin hari, saya kebagian tausiah saat berkumpul dengan teman-teman. Tapi karena saya tidak memiliki persiapan, alias tidak tahu menahu karena sms teman saya tidak sampai kepada saya, jadilah saya bingung. Namun sebingung-bingungnya, tetaplah harus bertanggung jawab pada giliran yang sudah menerpa. Akhirnya, saya menceritakan tentang catatan yang saya tulis di atas, mengenai Arah dan Matahari.

Saya bercerita sekilas tentang ibu, lalu teman saya pun menambahkan apa yang saya utarakan. Memang benarlah, sejatinya posisi wanita yang paling mulia adalah ibu. Wanita dituntut memiliki banyak ilmu, dituntut untuk menjadi cerdas semata-mata untuk menjadi seseorang mulia dibalik lahirnya manusia-manusia mulia berikutnya. Sudah sepantasnya, lelakilah yang memiliki posisi di depan podium, dan ada wanita kuat  berada di belakangnya.

Tapi, catatan kali ini bukan lagi membahas ibu seperti pada catatan saya sebelumnya. Catatan kali ini sebenarnya sebagai pertanggungjawaban saya akan catatan sebelumnya. Kita seringkali memberikan hal-hal kecil untuk mengingatkan manusia akan mulianya orang tua. Apalagi kalau sudah soal ibu, tak jarang meneteslah air mata. Untuk mereka yang masih memiliki orang tua, melihat wajah bahagia keduanya sudah menjadi embun penyejuk hati. Lalu, bagaimana dengan mereka yang orang tuanya sudah tidak ada? Yang seakan hilang arah dan kekuatan untuk berdiri?

Saya seringkali menahan iri pada mereka yang orang tuanya masih ada. Iri karena mereka masih bisa berbakti banyak, sementara saya tidak. Di mana-mana pun seringkali terdengar materi  bakti kepada orang tua. Sayangnya, saya jarang mendengar mengenai bakti kita kepada orang tua kita yang sudah tidak ada. Apakah sudah tak ada lagi jalan bagi kami yang orang tuanya sudah tiada? Apakah harapan kami untuk mendapatkan keutamaan-keutamaan itu sudah tak bisa? Hal ini dulu sempat membuat saya bertanya-tanya. Saat dibacakan keutamaan mengenai bakti kepada orang tua, saat itulah saya kadang menahan hati saya. Ingin sekali rasanya mendapatkannya. Bagi mereka yang orang tua sudah tiada, penyesalan adalah hal yang sering melanda. Begitu pula saya. Hati kadang menghimpit rindu, lalu menjamah pada masa lampau. Menyesal, karena apa yang dilakukan pada mereka barangkali tak sebaik yang seharusnya.

Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: "Sholat tepat pada waktunya", Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Berjihad di jalan Allah".(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya).

Menahan rindu tanpa muara. Hanya bisa mengingat orang tua, lalu menggenggam dalam doa. Jika beruntung, akan terbangung pada pagi hari dengan senyum merekah, karena tadi malam memimpikan orang tua yang sudah tiada. Begitulah, hal kecil yang bisa membuat bahagia adalah bermimpi tentang mereka, karena disitulah baru bisa melepas rindu. 
Tapi, jangan berkecil hatilah kawan yang orang tuanya tiada, jangan seperti aku dulu yang sempat berkecil hati. Kita masih bisa berbakti pada orang tua dengan melakukan hal di bawah ini:

Mendoakan kedua orang tua. Barangkali memang inilah yang utama. Saya banyak membaca artikel dan hal ini adalah paling utama diantara yang lainnya. Bahkan, banyak yang mengatakan bahwa hal ini lebih utama dari bersedekah atas nama orang tua. Saya hanya berpikir, sepertinya memang iya karena menyangkut pada hadist yang seringkali kita dengar. Hanya ada 3 perkara yang tidak terputus saat kita meninggal dunia, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan.
Menunaikan janji mereka. Menunaikan janji orang tua ini berhubungan dengan wasiat. Melaksanakan wasiat mereka, lalu melanjutkan kembali secara berkesinambungan. Hal ini juga ada hubungannya dengan amal jariyah. Saat kita melanjutkan kebaikan orang tua kita yang pernah mereka lakukan, pahala akan mengalir kepada mereka.
Memuliakan teman kedua orang tua. Ibnu Umar berkata: "Sungguh dulu ayahnya teman Umar  bin al-Khaththab dan aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya bakti anak yang terbaik ialah seorang  anak yang menyambung tali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya tersebut meninggal." (HR. Muslin no. 2552 dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu)
Menyambung tali silaturahmi kepada kerabat orang tua. "Barang siapa ingin menyambung silaturahim ayahnya yang ada di  kuburannya, maka sambunglah tali silaturahim dengan saudara-saudara ayahnya setelah ia meninggal." (HR. Ibnu Hibban no. 433 dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu. Hadits ini tertera dalam kitab Shahiihul Jaami' no. 5960)

Kita seringkali mendengar keutamaan berbakti kepada orang tua, tapi semoga kita pun bisa memahami bagaiamanakah bakti itu sendiri. Bagi mereka yang terus menerus dihimpit rasa rindu, semoga terobati dengan melaksanakan apa-apa yang bisa kita lakukan untuk mereka yang sudah tiada.

Rabbi... Berilah ampunan untuk Matahari dan Arah kamibeberapa dikutip dari  http://s1.islamhouse.com/data/id/ih_articles/single/id_birrul_walidain.pdf , sila di download teman....


~Malang, di pagi setelah mengingat mimpi tadi malam. Terima kasih Tuhan untuk mimpi indah bertemu mereka yang dirindu~ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bararawa: Destinasi Wisata Kalsel Nan Eksotis

Parodi Selendang Merah

1001 Books You Must Read Before You DIe (List Tahun 2012)