What I Want
Pernahkah kau berada dalam suatu waktu, saat
kau tak mengerti apa sebenarnya yang paling kau inginkan? Ah, tentu masalah
saat kau sama sekali tak tahu apa yang kau inginkan. Ada memang saat di mana
seseorang merasa hampa, hidup perlahan terasa membosankan, tak ada lagi hal
yang menarik yang bisa dilakukan. Di saat itulah dia tak bisa menikmati hal
yang sebenarnya banyak orang menikmati.
Itu pernah terjadi pada
diriku. Saat aku tak benar-benar mengerti apa yang kuinginkan, hingga segala
sesuatu di sekitarku tak lantas bisa membuatku benar-benar bahagia. Banyak
keinginan bisa jadi malapetaka, menjebakmu dalam fatamorgana. Saat banyak
keinginan tak tercapai, kecewa pun mulai tersemai. Namun, tak memiliki
keinginan sama sekali pun sebenarnya juga tak kalah petaka. Saat tak ada
keinginan, memang tak akan ada kesedihan jika tak mendapatkannya. Sayangnya,
tak mendapatkan apa-apa merupakan kerugian.
Kunci sukses adalah
satu, keinginan kuat. Di mana ada keinginan disitu ada jalan. Jangan harap bisa
sampai puncak, jika tak memiliki keinginan untuk sampai puncak. Jangan harap
bisa menikmati indahnya sesuatu jika kita sendiri tak menginginkan segala sesuatu
itu. Saat orang lain bisa tersenyum bahagia, kita menjadi biasa saja.
Kabar gembiranya,
manusia memiliki keinginannya masing-masing. Namun banyak dari mereka memilki
keinginan yang sekedar keinginan. Keinginan itu tak kuat melekat, hingga mudah
terbang dalam angan, menguap dalam ingatan, hingga goyah oleh banyaknya
bisikan.
Keinginan bisa kita
dapatkan oleh banyaknya wawasan. Bisa kita gali dari aktivitas keseharian dan
banyaknya pengalaman. Proses rasa dalam jiwa ikut andil dalam keinginan. Bahkan
saat kita memiliki berbagai aneka rasa pada suatu hal, kecintaan atau pun
kekecewaan akan menumbuhkan kepingan keinginan. Namun hati-hatilah dalam
mencapai suatu hal, apakah hal itu adalah sebenar-benarnya yang kau inginkan?
Dan hati-hatilah pada keinginan, apakah itu benar-benar memberikan manfaat baik
dirimu dan orang lain di sekitar?
Komentar
Posting Komentar