Karya Fiksi Pertamaku
Sudah bosan baca tulisan saya? Kalau ditandai di catatan, itu- ituaja. Gayanya juga sama. Aduh, malas banget bacanya. Jangan khawatir teman-teman,sekarang saya hadirkan tulisan saya yang sudah langka ditemukan. Gaya menulis paling oke yang pernah ada. Kumpulan cerita fiksi pertama saya waktu saya SD.
Tulisan ini saya tulis ulang tanpa ada revisi sama sekali. Asliplek dengan apa yang saya tulis di buku SIDU ukuran 38 halaman, buku tulispusaka saya. Dulu saya suka paksa temansaya membaca buku itu. Dia bahkan seringkali bilang ke saya, “Kamu tuh ya Da,dulu suka banget suruh aku baca ceritamu itu. Aku nggak ngerti, nggak sukapadahal.”
WEKEKEKE... Mohon jangan ketawa di depan saya ya membacanya.Inilah dia karya saya pertama kali. Terinspirasi dari kisah dongeng si kancildan buaya juga telenovela. Tereng... terereng...
Si Kecil yang Hebat
Chilli atau Cicilia Merano bisa dipanggil Silli adalahseorang anak keturunan Amerika Latin. Tubuhnya memang kecil. Silli mempunyaiayah dari bangsa Amerika latin, sedangkan ibunya dari indonesia dan tinggal diJakarta.
Silli sekolah di sekolah SD mawar. Tapi karna tubuhnya kecil,ia sering diejek. Suatu hari di sekolah.
“Hai Silli apa kau akan ikut berpariwisata antar sekolah?”tanya Remika.
“Apa siswa kelas 1 boleh ikut?” tanya Silli.
“Ktanya sih boleh!” jawab Remika.
“Hai Silli cebol kau tidak akan ikutkan karena bila kaunanti tersesat kau sulit dicari, karena kau sangat keci...l.” kata Lusitiba-tiba, lalu pergi.
Keesokan harinya. Ibu guru mengumumkan kalau seluruh kelasharus ikut tapi bergiliran, maksudnya kelas 1 dulu lalu kelas 2 dan seterusnya.
“Siapa yang mau ikut?” tanya ibu.
“Saya,saya,saya.” Kata lusi, remika, Risa, Silli, Suisi, candan Dela.
“Lho kok Cuma tujuh orang. Laki-lakinya mana. Kan harus ikutsemua.” Kata Ibu guru
“Kami tidak diizinkan oleh orang tua kami.” Kata Donimewakili teman-temannya.
“Iya bu!” sahut tina.
“Baiklah, ibu akan bicara pada pa kepala sekolah.”
Pak kepala sekolah mengizinkan mereka tidak ikut.
Keseokan harinya tujuh orang anak perempuan dan ibu guru jugakepala sekolah pergi ke hutan berpariwisata.
“Baiklah, remika bantu ibu dan kalian jangan ke tempat itudi sana banyak pemburu!” perintah ibu.
Tak beberapa lama kemudian seorang lelaki pakai bajucompang-camping mengacungkan pistol pada mereka. Mereka di bawa orang itu kerumah orang tua itu dan dikunci di sana.
“Aduh. Rumah ini kotor sekali dan berlubang-lubang.” KeluhLusi.
“lama sekali aku tidak makan manusia.” Kata orang itu.
Mendengar itu mereka semua ketakutan. Silli mempunyai idesetelah melihat lubang.
“Dadah.” Kata Silli sambil keluar masuk lubang itu.
“Silli jangan tinggalkan kami.” Teriak mereka.
Silli lalu pergi ke tempat pariwisata tadi. Ia mengambiltali lalu pergi ke hutan. Silli mengumpulkan kayu dan di olah rakitan. Setelahitu ia kembali ke rumah itu.
TOK! TOK! TOK! Terek.
“Kau.” Kata lelaki itu.
“Aku akan memberimu 10 ekor kambing dan 20 ekor sapi asalkankau tidak memakan mereka.” Kata Silli.
“mana daging kambing sapinya?”
“Ikuti saja aku!” jawab Silli.
Lelaki itu lalu mengikuti Silli.
“Di seberang Sana.” Kata Silli sambil menunjuk ke arahsungai yang berarus.
“bagaimana cara menyebrang?” tanya lelaki itu.
“itu ada rakit!” jawab Silli.
Betapa bodoh lelaki itu ia mendorong rakit itu dan langsungmenduduki rakit itu. Seketika lelaki tua itu terbawa arus.
To..looong... teriak lelaki tua itu.
Silli lalu membebaskan temannya dan gurunya. Sillimenceritakan seluruhnya. Tak disangka mereka masuk koran. Silli tidak lagidiejek tapi malah dipuji. Silli diberi penghargaan karena telah menyelamatkanmereka itu.
“Silli si kecil yang hebat.” Teriak anak-anak.
“Cabe rawit kecil kau sangat pintar.” Puji remika.
“Aku tak akan mengjeekmu lagi.” Kata Lusi.
THE END
Ahahaha.. Inilah cerita yang pernah saya buat. Masuk dalamsatu buku tulis Sidu 38 halaman yang saya isi dengan kumpulan cerita pendek saya.Cerita ini kemudian saya revisi saat SMP dan diberi komentar oleh ayah saya.Sayangnya file revisinya sudah hilang di komputer. Nggak ada seninya sih emang,nggak ada sama sekali. Coba bayangin, ngapain ya mereka kok berpariwisata kehutan? Hihihi.. terus kok ya pemburunya bego dekali =.=”. Ah, entahlah..namanya juga anak kecil, masih polos kisahnya. Tapi inilah hasil latihanmenulis saya. Inilah awal saya memulai diri untuk menjadi penulis cerita.
Tapi semua berproses dan berproses. Berikut ini kisahnyajuga di hutan, tapi ini tulisan saya yang sekarang, :D hehe...
http://www.facebook.com/notes/maulida-azizah/selendang-merah/10151150326671272
Tulisan ini saya tulis ulang tanpa ada revisi sama sekali. Asliplek dengan apa yang saya tulis di buku SIDU ukuran 38 halaman, buku tulispusaka saya. Dulu saya suka paksa temansaya membaca buku itu. Dia bahkan seringkali bilang ke saya, “Kamu tuh ya Da,dulu suka banget suruh aku baca ceritamu itu. Aku nggak ngerti, nggak sukapadahal.”
WEKEKEKE... Mohon jangan ketawa di depan saya ya membacanya.Inilah dia karya saya pertama kali. Terinspirasi dari kisah dongeng si kancildan buaya juga telenovela. Tereng... terereng...
Si Kecil yang Hebat
Chilli atau Cicilia Merano bisa dipanggil Silli adalahseorang anak keturunan Amerika Latin. Tubuhnya memang kecil. Silli mempunyaiayah dari bangsa Amerika latin, sedangkan ibunya dari indonesia dan tinggal diJakarta.
Silli sekolah di sekolah SD mawar. Tapi karna tubuhnya kecil,ia sering diejek. Suatu hari di sekolah.
“Hai Silli apa kau akan ikut berpariwisata antar sekolah?”tanya Remika.
“Apa siswa kelas 1 boleh ikut?” tanya Silli.
“Ktanya sih boleh!” jawab Remika.
“Hai Silli cebol kau tidak akan ikutkan karena bila kaunanti tersesat kau sulit dicari, karena kau sangat keci...l.” kata Lusitiba-tiba, lalu pergi.
Keesokan harinya. Ibu guru mengumumkan kalau seluruh kelasharus ikut tapi bergiliran, maksudnya kelas 1 dulu lalu kelas 2 dan seterusnya.
“Siapa yang mau ikut?” tanya ibu.
“Saya,saya,saya.” Kata lusi, remika, Risa, Silli, Suisi, candan Dela.
“Lho kok Cuma tujuh orang. Laki-lakinya mana. Kan harus ikutsemua.” Kata Ibu guru
“Kami tidak diizinkan oleh orang tua kami.” Kata Donimewakili teman-temannya.
“Iya bu!” sahut tina.
“Baiklah, ibu akan bicara pada pa kepala sekolah.”
Pak kepala sekolah mengizinkan mereka tidak ikut.
Keseokan harinya tujuh orang anak perempuan dan ibu guru jugakepala sekolah pergi ke hutan berpariwisata.
“Baiklah, remika bantu ibu dan kalian jangan ke tempat itudi sana banyak pemburu!” perintah ibu.
Tak beberapa lama kemudian seorang lelaki pakai bajucompang-camping mengacungkan pistol pada mereka. Mereka di bawa orang itu kerumah orang tua itu dan dikunci di sana.
“Aduh. Rumah ini kotor sekali dan berlubang-lubang.” KeluhLusi.
“lama sekali aku tidak makan manusia.” Kata orang itu.
Mendengar itu mereka semua ketakutan. Silli mempunyai idesetelah melihat lubang.
“Dadah.” Kata Silli sambil keluar masuk lubang itu.
“Silli jangan tinggalkan kami.” Teriak mereka.
Silli lalu pergi ke tempat pariwisata tadi. Ia mengambiltali lalu pergi ke hutan. Silli mengumpulkan kayu dan di olah rakitan. Setelahitu ia kembali ke rumah itu.
TOK! TOK! TOK! Terek.
“Kau.” Kata lelaki itu.
“Aku akan memberimu 10 ekor kambing dan 20 ekor sapi asalkankau tidak memakan mereka.” Kata Silli.
“mana daging kambing sapinya?”
“Ikuti saja aku!” jawab Silli.
Lelaki itu lalu mengikuti Silli.
“Di seberang Sana.” Kata Silli sambil menunjuk ke arahsungai yang berarus.
“bagaimana cara menyebrang?” tanya lelaki itu.
“itu ada rakit!” jawab Silli.
Betapa bodoh lelaki itu ia mendorong rakit itu dan langsungmenduduki rakit itu. Seketika lelaki tua itu terbawa arus.
To..looong... teriak lelaki tua itu.
Silli lalu membebaskan temannya dan gurunya. Sillimenceritakan seluruhnya. Tak disangka mereka masuk koran. Silli tidak lagidiejek tapi malah dipuji. Silli diberi penghargaan karena telah menyelamatkanmereka itu.
“Silli si kecil yang hebat.” Teriak anak-anak.
“Cabe rawit kecil kau sangat pintar.” Puji remika.
“Aku tak akan mengjeekmu lagi.” Kata Lusi.
THE END
Ahahaha.. Inilah cerita yang pernah saya buat. Masuk dalamsatu buku tulis Sidu 38 halaman yang saya isi dengan kumpulan cerita pendek saya.Cerita ini kemudian saya revisi saat SMP dan diberi komentar oleh ayah saya.Sayangnya file revisinya sudah hilang di komputer. Nggak ada seninya sih emang,nggak ada sama sekali. Coba bayangin, ngapain ya mereka kok berpariwisata kehutan? Hihihi.. terus kok ya pemburunya bego dekali =.=”. Ah, entahlah..namanya juga anak kecil, masih polos kisahnya. Tapi inilah hasil latihanmenulis saya. Inilah awal saya memulai diri untuk menjadi penulis cerita.
Tapi semua berproses dan berproses. Berikut ini kisahnyajuga di hutan, tapi ini tulisan saya yang sekarang, :D hehe...
http://www.facebook.com/notes/maulida-azizah/selendang-merah/10151150326671272
Komentar
Posting Komentar